
Bandar lampung Jumat 17 Apri 2026
Keresahan masyarakat kembali memuncak menyusul maraknya dugaan praktik prostitusi yang melibatkan anak-anak sekolah di sejumlah penginapan. Ironisnya, aktivitas tersebut masih berlangsung secara terang-terangan, bahkan di siang hari. Pada Jumat sekitar pukul 14.10 WIB, warga kembali mendapati adanya aktivitas mencurigakan di salah satu penginapan yang diduga kuat menjadi tempat praktik prostitusi terselubung.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Bagaimana mungkin praktik yang jelas merusak moral generasi muda ini masih terus terjadi tanpa adanya tindakan tegas dari pihak berwenang? Warga menilai, lemahnya pengawasan serta ketidakseriusan instansi terkait menjadi faktor utama yang membuat persoalan ini terus berulang.
Sorotan tajam pun diarahkan kepada pemerintah daerah, termasuk kepemimpinan Wali Kota Eva Dwiana, yang dinilai tidak menunjukkan langkah konkret dalam menangani persoalan ini. Masyarakat menilai seolah-olah ada pembiaran, bahkan terkesan “membutakan mata” terhadap kondisi yang terjadi di lapangan.
Tak hanya itu, dinas perizinan juga dianggap lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap izin operasional penginapan. Banyak warga menduga bahwa izin usaha yang diberikan tidak disertai dengan kontrol ketat, sehingga tempat-tempat tersebut bebas disalahgunakan untuk aktivitas ilegal.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam penegakan peraturan daerah, juga tak luput dari kritik. Hingga saat ini, tindakan penertiban dinilai belum maksimal. Bahkan, beberapa warga menyebut bahwa razia yang dilakukan hanya bersifat formalitas dan tidak menyentuh akar permasalahan.
Lebih memprihatinkan lagi, Dinas Pendidikan dinilai sama sekali tidak menunjukkan kepedulian terhadap fenomena ini. Padahal, anak-anak yang diduga terlibat merupakan pelajar yang seharusnya berada di lingkungan pendidikan, bukan justru terjerumus ke dalam praktik yang merusak masa depan mereka. Minimnya pengawasan dan pembinaan terhadap siswa menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat.
“Kalau bukan sekarang ditindak, mau sampai kapan? Ini sudah jelas merusak generasi muda. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji,” ungkap salah satu warga dengan nada kecewa.
Situasi ini pun memunculkan pertanyaan besar: kepada siapa lagi masyarakat harus mengadu? Ketika semua pihak yang seharusnya bertanggung jawab justru terkesan diam, warga merasa kehilangan tempat untuk mencari keadilan dan perlindungan.
Masyarakat berharap adanya langkah tegas dan nyata dari seluruh instansi terkait. Penutupan penginapan yang terbukti disalahgunakan, pencabutan izin usaha, hingga penindakan hukum terhadap pelaku diharapkan segera dilakukan. Selain itu, koordinasi lintas instansi juga dinilai sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terus terulang.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin dampaknya akan semakin luas, merusak moral generasi muda, dan menciptakan krisis sosial yang lebih besar di kemudian hari. Warga pun menegaskan, mereka tidak akan tinggal diam dan akan terus menyuarakan kebenaran hingga ada tindakan nyata dari pemerintah.