
PESISIR BARAT – Keberanian dan kesigapan yang ditunjukkan dua personel Satlantas Polres Pesisir Barat dalam menyelamatkan seorang balita yang tenggelam di Muara Sungai Pasar Krui menuai apresiasi dari masyarakat. Tindakan cepat tanpa
memikirkan keselamatan diri sendiri tersebut dinilai sebagai bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat dan layak mendapatkan penghargaan dari institusi kepolisian, khususnya Polda Lampung.
Peristiwa penyelamatan itu terjadi pada Rabu, 20 Mei 2026 sekitar pukul 08.45 WIB di kawasan Jembatan Way Tuwok, Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat. Saat itu personel Satlantas, BRIPTU Senja Pramudia, S.H., M.H dan BRIPDA Riski Rahmatullah Solihin tengah melaksanakan patroli rutin di wilayah hukum Polres Pesisir Barat.
Di tengah patroli, keduanya menerima informasi dari warga terkait adanya seorang anak balita yang tenggelam akibat terpeleset saat bermain di sekitar muara sungai. Tanpa menunggu waktu lama, kedua anggota Satlantas tersebut langsung bergerak menuju lokasi dan dengan penuh keberanian menceburkan diri ke sungai demi menyelamatkan korban.
Korban bernama Elfano, balita berusia 2,5 tahun, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat sebelum kemudian dibawa ke Puskesmas Krui untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut. Kecepatan respons dan keberanian personel kepolisian tersebut menjadi faktor utama terselamatkannya nyawa korban.
Aksi kemanusiaan yang dilakukan kedua anggota Satlantas itu mendapat simpati dan penghormatan dari masyarakat sekitar. Banyak warga menilai tindakan tersebut mencerminkan sosok polisi humanis yang hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan penyelamat masyarakat dalam situasi darurat.
Atas dedikasi dan keberanian tersebut, berbagai pihak berharap Polda Lampung melalui Direktorat Lalu Lintas dapat memberikan reward atau penghargaan khusus kepada BRIPTU Senja Pramudia dan BRIPDA Riski Rahmatullah Solihin. Penghargaan tersebut dinilai penting sebagai bentuk apresiasi institusi terhadap anggota yang telah menunjukkan loyalitas, keberanian, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas.
Pemberian apresiasi juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi personel kepolisian lainnya untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Sebab tindakan heroik seperti ini bukan hanya membanggakan institusi Polri, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian.
Kasat Lantas Polres Pesisir Barat, IPTU Muhammad Anis, S.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa tindakan cepat anggotanya merupakan bentuk spontanitas kemanusiaan saat melihat warga membutuhkan pertolongan. Ia berharap apa yang dilakukan personelnya dapat menjadi contoh positif dalam pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan.
Peristiwa ini menjadi bukti bahwa di balik seragam dan tugas berat yang diemban, anggota Polri tetap memiliki kepedulian sosial dan rasa kemanusiaan yang tinggi. Dedikasi seperti inilah yang patut diberikan penghormatan dan apresiasi agar semangat pengabdian terus tumbuh di tubuh institusi kepolisian.
Masyarakat Pesisir Barat pun berharap aksi heroik tersebut mendapat perhatian dari pimpinan di tingkat Polda Lampung sebagai bentuk penghargaan atas keberanian anggota yang telah mempertaruhkan keselamatan demi menyelamatkan nyawa seorang anak kecil.