
Bandar Lampung – Senin, 1 Desember 2025. Sekitar pukul 10.00 WIB, suasana di sebuah kafe bernama KIM (Karang Indah Mall) yang berlokasi di Jalan Raden Intan, Tanjung Karang, mendadak menjadi sorotan. Tiga orang aparatur sipil negara (ASN), yang disebut berasal dari salah satu instansi pemerintah kota, terlihat asyik duduk bersantai sambil merokok di area kafe pada jam kerja.
Ketiga ASN tersebut—disebut sebagai Hernawati beserta dua rekannya—didapati mengenakan.
Mereka tampak menikmati waktu santai tanpa menunjukkan aktivitas kedinasan apa pun.
Kehadiran rombongan ASN itu langsung menarik perhatian wartawan media Anak Negeri yang tengah melintas di lokasi. Wartawan kemudian mencoba melakukan konfirmasi untuk memastikan identitas dan alasan mereka berada di mal saat jam produktif kerja.
Namun bukannya memberikan penjelasan, ketiga ASN tersebut justru panik dan bergegas meninggalkan lokasi. Mereka meninggalkan wartawan tanpa sepatah kata, seolah menghindari pertanyaan yang sebenarnya bersifat klarifikasi.
Perilaku para ASN itu menimbulkan dugaan kuat bahwa mereka khawatir tindakan tersebut sampai ke telinga pimpinan, termasuk Wali Kota Bandar Lampung maupun Badan Kepegawaian Daerah (BKD) selaku lembaga pembina disiplin ASN.
Sejumlah warga yang berada di lokasi turut menyayangkan tindakan tersebut. Mereka menilai masih banyak ASN yang belum memahami etika kedinasan dan kewajiban disiplin kerja, padahal pemerintah terus menekankan peningkatan layanan publik dan integritas aparatur.
“Masih banyak saja pegawai yang leha-leha di mal saat jam kerja. Harusnya memberi contoh baik kepada masyarakat,” ujar salah satu pengunjung mal yang melihat kejadian itu.
Insiden ini memunculkan desakan kepada BKD dan Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi publik, termasuk pusat perbelanjaan dan kafe, guna menertibkan ASN yang diduga sering meninggalkan kantor pada jam kerja.
Masyarakat menilai sidak perlu digalakkan kembali untuk memastikan pegawai bekerja sesuai aturan, mengingat sorotan publik terhadap kinerja aparatur semakin tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BKD belum memberikan keterangan resmi, namun masyarakat berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar pelanggaran serupa tidak kembali terulang.