
Bandar Lampung — Proyek pembangunan gorong-gorong di Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, menuai sorotan tajam dari masyarakat setempat. Alih-alih membawa manfaat bagi warga, proyek yang diklaim bertujuan memperbaiki sistem drainase ini justru menimbulkan persoalan baru. Banyak warga menilai pengerjaannya terkesan asal-asalan dan tidak transparan, bahkan diduga kuat hanya untuk mencari keuntungan pribadi, sehingga disebut-sebut sebagai “proyek siluman.”
Saat tim wartawan LihatWarta melakukan peninjauan langsung ke lapangan, ditemukan sejumlah kejanggalan. Salah satunya, proyek tersebut tidak memiliki papan nama atau plang informasi pekerjaan yang seharusnya wajib terpasang di setiap kegiatan pembangunan yang menggunakan dana pemerintah. Tidak adanya plang proyek menimbulkan dugaan bahwa pelaksana sengaja menutupi identitas sumber dana, nilai anggaran, dan pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.
Beberapa warga Gulak Galik mengaku heran dengan sikap pihak terkait yang seolah menutup-nutupi kegiatan tersebut. “Kami tidak tahu siapa yang mengerjakan proyek ini. Tiba-tiba saja sudah ada galian dan bangunan gorong-gorong. Tapi setelah selesai, air malah tidak mengalir dengan baik, malah sering tergenang,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya kepada Pena Digital, Jumat (17/10/2025).
Dari hasil penelusuran di lapangan, proyek tersebut disebut-sebut berada di bawah koordinasi seorang perempuan bernama Bu Tuti, yang dikaitkan dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum dapat memberikan keterangan resmi. Tim wartawan yang mencoba mengonfirmasi ke pihak Dinas PU Kota Bandar Lampung tidak berhasil menemui pejabat yang berwenang.
Ironisnya, meski proyek ini diklaim untuk memperbaiki saluran air dan mencegah banjir, hasil pengerjaannya justru dinilai tidak sesuai harapan. Arah aliran air dan sistem pembuangan tidak diperhitungkan dengan baik, sehingga air hujan justru menumpuk di sekitar lokasi gorong-gorong. Warga khawatir kondisi ini akan memperparah banjir saat musim penghujan tiba.
“Kalau dilihat, salurannya malah buntu. Tidak ada arah pembuangan yang jelas. Airnya mengendap di situ-situ saja. Kami khawatir kalau hujan deras, malah banjir,” kata warga lainnya.
Kondisi proyek yang tidak transparan dan dikerjakan tanpa perencanaan matang ini menimbulkan tanda tanya besar tentang pengawasan dari pihak pemerintah kota, terutama Dinas PU yang seharusnya memastikan kualitas setiap pekerjaan di lapangan. Beberapa tokoh masyarakat bahkan meminta agar aparat penegak hukum turut turun tangan memeriksa dugaan adanya penyimpangan anggaran dalam proyek ini.
“Kalau memang proyek resmi dari pemerintah, seharusnya ada transparansi. Jangan sampai uang rakyat digunakan hanya untuk memperkaya segelintir orang,” tegas salah satu tokoh masyarakat Gulak Galik.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kota Bandar Lampung. Mereka berharap agar proyek serupa ke depannya tidak dilakukan secara sembarangan dan benar-benar mengutamakan manfaat bagi warga, bukan keuntungan pribadi.