
Bandar Lampung, 13 April 2026 – Duka mendalam menyelimuti dunia akademik di Bandar Lampung setelah dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila) dilaporkan meninggal dunia dalam sebuah insiden tragis yang terjadi di kawasan wisata Wira Garden. Peristiwa ini sontak memicu perhatian publik serta gelombang protes dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut terjadi saat kedua korban tengah berada di lokasi wisata alam Wira Garden yang dikenal sebagai salah satu destinasi favorit di kota tersebut. Namun, hingga saat ini, kronologi pasti kejadian masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Dugaan sementara mengarah pada kurangnya standar keamanan di area wisata, yang dinilai belum memadai untuk menjamin keselamatan pengunjung.
Tragedi ini langsung mendapat respons dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bandar Lampung. Pada hari yang sama, sekitar 30 massa dari PMII menggelar aksi orasi sebagai bentuk keprihatinan sekaligus tuntutan terhadap pihak terkait. Aksi tersebut berlangsung dengan tertib namun penuh dengan semangat kritis.
Dalam orasinya, para mahasiswa menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan tempat wisata di Bandar Lampung, khususnya terkait aspek keselamatan pengunjung. Mereka menilai bahwa kejadian ini bukan sekadar musibah, melainkan akibat dari kelalaian pihak pengelola yang tidak memperhatikan standar operasional keamanan secara maksimal.
“Kami menuntut pertanggungjawaban yang jelas dari pengelola Wira Garden. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali. Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.
Selain itu, PMII juga mendesak pemerintah daerah, termasuk dinas pariwisata dan instansi terkait, untuk tidak tinggal diam. Mereka meminta dilakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh tempat wisata yang ada di Bandar Lampung guna memastikan kelayakan dan keamanan fasilitas yang tersedia.
Aksi tersebut juga diwarnai dengan pembacaan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada kedua korban yang meninggal dunia. Suasana haru menyelimuti jalannya aksi, mengingat korban merupakan mahasiswa aktif yang memiliki masa depan panjang.
Sementara itu, pihak keluarga korban masih dalam kondisi berduka dan berharap adanya kejelasan serta keadilan atas peristiwa yang menimpa anak mereka. Mereka meminta agar pihak berwenang dapat mengusut tuntas kejadian ini dan memberikan sanksi tegas jika ditemukan unsur kelalaian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Wira Garden belum memberikan keterangan resmi secara lengkap terkait insiden tersebut. Namun, tekanan dari publik dan mahasiswa diperkirakan akan terus meningkat apabila tidak ada transparansi dalam penanganan kasus ini.
Tragedi ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak, khususnya pengelola destinasi wisata, bahwa aspek keselamatan tidak boleh diabaikan. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret agar kepercayaan masyarakat terhadap sektor pariwisata tetap terjaga dan kejadian serupa tidak kembali terulang.