

Bandar Lampung —Kamis 8 Jan 2026
Isu pemberitaan yang beredar di media sosial terkait dugaan proyek yang tidak dikerjakan secara maksimal kembali menuai polemik. Laskar Lampung Sherli dengan tegas menyatakan bahwa informasi yang beredar tersebut adalah tidak benar (hoaks) dan sangat menyesatkan publik.
Menurut Sherli, pemberitaan yang coba dibuat oleh pihak-pihak yang tidak memahami proses pekerjaan sejak awal. Ia menegaskan bahwa narasi yang dibangun tanpa mengetahui tahapan pelaksanaan proyek justru berpotensi memecah suasana dan mengarah pada provokasi.
“Saya garis bawahi, berita ini sudah keterlaluan. Ini bukan kritik membangun, tapi sudah mengarah mengajak ‘perang’. Mereka tidak melihat fakta di lapangan dan tidak mengetahui bagaimana proses pekerjaan dimulai dari nol hingga selesai,” tegas Sherli.
Sherli juga menyampaikan bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh anak pribumi asli, yang sejak awal berdiri dan terlibat langsung dalam seluruh tahapan pekerjaan. Tidak ada yang ditutup-tutupi dalam pelaksanaan proyek tersebut. Seluruh proses dilakukan secara terbuka dan transparan, mulai dari papan nama CV pelaksana, nilai pekerjaan, hingga jadwal pelaksanaan yang sesuai dengan ketentuan.
“Semuanya jelas dan terbuka. Nama CV terpasang, nilai pekerjaan sesuai, dan saya sendiri yang memasang papan informasi di hari yang sudah ditentukan. Tidak ada yang disembunyikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sherli mengungkapkan bahwa pihak pemerintah kecamatan juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Camat TBU bahkan hadir untuk melihat proses kegiatan di TPU Pengajaran, di mana saat itu pekerjaan sudah memasuki tahap pembongkaran tembok lama yang telah diratakan dengan tanah.
“Coba lihat fakta di lapangan. Pak Camat TBU datang langsung dan meninjau kegiatan. Proses pembongkaran tembok lama sudah selesai dan diratakan. Di bagian belakang lokasi, bahkan terlihat jelas halte TPU Pengajaran. Semua bisa dibuktikan dengan dokumentasi,” tambahnya.
Atas dasar itu, Laskar Lampung Sherli meminta masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi di media sosial, tidak mudah terprovokasi oleh konten yang tidak berimbang, serta melakukan cek dan ricek sebelum menyebarkan berita yang belum tentu benar.
Ia berharap ke depan kritik disampaikan secara objektif dan berdasarkan fakta, bukan opini sepihak yang justru merugikan pihak-pihak yang telah bekerja sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.